Kamis, 28 Februari 2019

Saat Keadaan memberikan 1000 alasan untuk berakhir, tapi Cinta datang memberikan sejuta alasan untuk meneruskan

Ada milyaran manusia di dunia ini. Ada yang sehat ada pula yang sakit. Ada yang bahagia ada pula yang sedih. Ada yang normal ada pula yang cacat.

Di sana, di belahan bumi mana saja. Ada juga manusia yang terlahir tidak sesuai apa yang diharapkannya.

Ibu itu mengandung buah hati yang sedang didambanya. Bukti cinta antara pasangan yang saling berbahagia. 9 bulan ia hidup dalam penantian yang penuh gelisah. Ia rawat dirinya dengan sebaik mungkin, karena benih yang dikandungnya.

Saat tiba pada waktunya. Bayi itu lahir. Ada rasa lega dalam diri sang ibu. Bahagia? Harus. Tapi nyatanya... bahagia itu hanya rencana semata. Bayi itu tidak lahir dengan keadaan menangis. Ia justru terlihat tenang dan pucat. Hingga dokter mengatakan "bayi ini cacat"

Iya, bayi ini tumbuh dengan pertumbuhan melambat. Fisiknya tak sempurna. Tulang ototnya rapuh. Dan mengalami speech delay.

Lalu apa yang dilakukan si ibu? Saat ia harus menerima takdir yang maha dahsyat. Sang suami pun meninggalkannya tak menerima anak yang dinantinya cacat.

What should i do?

Ketika badai menerpa dirinya. Saat ia butuh dukungan dari suaminya. Suaminya malah pergi tak menerimakan keadaan anaknya. Kehidupan ekonomi semakin menurun.  Rasa malu yang menghantui karena anak cacat seakan mendukung aksi bunuh diri sang ibu.

Tapi..
Ada hal yang menggagalkan aksi bunuh dirinya. What is that? Love.

Bagaimanapun dia tetap anak saya. Buah hati saya. Yang saya kandung selama 9 bulan lamanya. Yang saya ajak bicara saat ia belum bisa mendengar. Yang saya elus saat indranya belum bisa merasakan

Allah jahat
TIDAK!

Justru ini adalah sebuah kenikmatan untuk meraih surga. Allah ingin tau seberapa sang ibu berjuang. Allah ingin tau seberapa besar cintanya pada sang buah hati

Dia berhak hidup seperti kebanyakan orang. Sudah fisik cacat masa di tambah kehidupan yang menghancurkan. Bagaimana nasib anaknya bila sang ibu mati. Siapa yang akan merawatnya. Ayahnya tak menerimanya. Masa sang ibu juga tak menerimanya. Harus berharap pada siapa di dunia ini bila sang ibu mati. Apalagi mati dengan cara yang bodoh.

Siapa juga yang minta anak  cacat? Tidak ada. Tapi mereka spesial. Langka. Saat Allah menakdirkan itu. Kita harus kuat menjalaninya. Karena menangis tidak akan membuat sang anak menjadi normal. Bunuh diri tidak akan membuat sang anak hidup bahagia. Tapi merawatnya dengan penuh cinta mampu membangkitkan harapan sang anak.

Bagi kalian yang terlahir normal bersyukurlah. Karena ada banyak bahkan ribuan orang di dunia ini yang tak seberuntung kalian.

Di bawah ini adalah sebuah link penginspirasi yang layak di tonton. Semoga bermanfaat dan keep spirit menjalani hidup :)

https://youtu.be/n9Tu3IJ1_ZM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar